Skip to main content

Eid Al-Adha 2022

Bagian ini ditulis saat sedang confused dengan hari lebaran yang implikasinya jatuh pada ketupat yang telah naik kompor lebih dulu. Yups. Karena antara ya atau tidak lebaran jatuh pada tanggal 9 akhirnya tetaplah eksekusi ketupat dan kawan-kawannya itu di tanggal 9. Mungkin postingan ini di publish setelah menikmati seporsi opor ayam. Hehe

Tanggal hari raya antara Indonesia dan Arab Saudi tahun ini memang beda tetapi bukan juga hal baru, mengingat tahun-tahun sebelumnya juga pernah terjadi perbedaan waktu lebaran antara kedua wilayah ini. But, di Indonesia pun ada juga yang udah lebaran tanggal 9. 

Even though

The most important thing is the Islamic values of Eid Al-Adha that we feel.

I don't know why lebaran Idul Adha dari tahun ke tahun selalu memberikan pelajaran baru yang related to each other yang efeknya kerasa along the time.

Ketaatan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail. Awal mula Hari Tarwiyah, Hari Arafah, maupun pelemparan Jumrah dalam Ibadah Haji. Ketenangan pemberi dan kebahagiaan penerima kurban. Di hari itu semua dapat merasakan indahnya lebaran bersama-sama. MasyaAllah. 

Berkurban rasanya punya makna yang lebih dalam jika dibandingkan dengan sedekah uang yang senilai dengan hewan kurban. Berkurban punya atmosphere tersendiri yang memberi signal satu sama lain. 

Bulan ini atau dalam Islam disebut Bulan Dzulhijjah memang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Menjelang Hari Raya Idul Adha ada Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah, hingga Puasa Arafah. Banyak keutamaan yang akan didapatkan dengan menunaikannya, at least panen pahala. 

Kalau bicara tentang keutamaan ibadah-ibadah di Bulan Dzulhijjah ini MasyaAllah banyak. Apalagi sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah ini adalah hari yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala suka. Allahu Akbar.  



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

About Major #1 Teknik Perminyakan

Source : https://jpt.spe.org/petroleum-engineering-best-profession For the first time kenal Teknik Perminyakan dari salah satu mapel di bangku SMA kelas 11 dulu yang tentunya sebelum itu pernah menaruh pilihan selama bertahun-tahun di  major yang lain hehe . Tapi seketika move on saat diperkenalkan dengan materi yang namanya "Minyak Bumi".  Although , materinya lebih ke arah pengolahannya tapi justru tertariknya ke tahap sebelum pengolahannya. How can they get it so that it can be processed? Nah, di artikel kali ini akan dijelasin lagi tentang jurusan yang berbicara mengenai tahap sebelum pengolahan Oil and Gas . Namanya Teknik Perminyakan .  Oh yeah , artikel ini ditulis saat akan memasuki Semester 3. Jadi, sharing nya berdasarkan pengalaman author di semester 1 dan 2 ya. Generally , Teknik Perminyakan bukan hanya bahas Oil and Gas aja tapi juga bahas mengenai Geothermal . Tapi, pada postingan kali ini untuk panas bumi nya ditahan dulu hehe.   Tentang Oi...

January - Namlea Ambon

Halo! Lama tak memulai halaman putih ini dengan beberapa kata Dan sekarang sudah....  2025 Time passes so quickly Alright, bulan kedua di tahun ini dimulai dengan trip ke Ambon yang nantinya lanjut ke Namlea ( Namlea itu kota kecil yang ada di Pulau Buru, Pulau Buru itu salah satu pulau di Kepulauan Maluku) Perjalanan ini dimulai dari Bandara YIA dengan maskapai Citilink keberangkatan 19.15 tujuan Jakarta. Sampai di Jakarta dengan transit 5 jam 20 menit untuk tujuan selanjutnya yaitu Ambon. Transit yang lumayan lama ini disempatkan buat ke terminal 3 kejar koleksi terbaru Periplus. At the end  tak ada yang menarik perhatian.  Beberapa saat kemudian mendekati keberangkatan, check in dan naik pesawat. Penerbangan Jakarta Ambon ini selama 3 jam 30 menit.  Bosan. Sampai di Ambon 07.15. Belum langsung pulang ke Namlea, karena capek banget. Akhirnya, istirahat dulu sekalian jelajahi Kota Ambon setelah setahun tak pulang hehe . Explore Ambon dimulai dengan makan nasi kuning...

Me-Resensi: Jenderal Soedirman/Film

"Tentara Nasional Indonesia masih ada, kuat, dan bahkan menguasai wilayah Indonesia. Merdeka!!!" - Jenderal Soedirman  Judul film: Jenderal Soedirman Sutradara: Viva Westi Pemeran:  Adipati Dolken (Soedirman) Ibnu Jamil (Tjokropranolo) Mathias Muchus (Tan Malaka) Baim Wong (Soekarno) Nugie (Mohammad Hatta) Tahun: 2015 Durasi: 126 menit Bahasa: Indonesia Inggris Belanda Jawa Film "Jenderal Soedirman" menceritakan tentang seorang panglima Tentara Nasional Indonesia pertama bersama pasukannya ketika melakukan perang gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.  Berawal dari Belanda yang mengkhianati perjanjian Renville dengan menyerang secara mendadak ke Yogyakarta membuat TNI harus berperang gerilya yang di bawah pimpinan Jenderal Soedirman yang pada saat itu sedang sakit keras dan dalam memimpin perang gerilya dia dibawa dengan tandu. Selain itu, Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan beberapa pejabat negara lainnya diasingkan ke Bangka. sehingg...