Skip to main content

Success is A Challenge



SUKSES

Satu kata yang diharapkan oleh banyak orang untuk memakai julukan itu. Menjadi sukses tidak sesederhana mengucap huruf A. Butuh persiapan yang luar biasa untuk mencapainya. 

Lalu, apa yang akan mengantar anda untuk berangkat melewati pagar kesuksesan ?

Waktu adalah salah satu penyelesaian untuk pertanyaan kemana akan pergi dan bagaimana akan bertindak.

Bagi orang yang sukses, maksudnya orang yang berjuang untuk meraih kesuksesan, menganggap 60 detik sama dengan 604.800 detik sehingga tidak ada waktu yang terbuang untuk menabur garam di air laut. Semuanya dilakukan dengan terstruktur dan konsisten terhadap waktu. Jam berapa akan memulai, darimana akan memulainya, dan kapan pekerjaan ini akan berakhir. Pertanyaan seperti itu kerap timbul di kala seseorang ingin memulai kehidupan suksesnya. 

Selalu mengutamakan pekerjaan I sebelum mendahulukan pekerjaan V. Maksudnya adalah menyelesaikan pekerjaan yang sangat penting dan berpengaruh pada tujuan anda terlebih dahulu sampai selesai selanjutnya dibolehkan untuk melakukan kegiatan yang tidak terlalu penting dan tidak berpengaruh bagi masa depan anda.

Terkadang terlintas dalam pikiran,

"Mengapa tidak ada waktu untuk berhibur?"

Lalu muncul jawaban dari dalam hati,

"Karena kebahagiaan terbesar anda yang sebenarnya ketika anda berhasil menyandang kesuksesan". Jika jawaban itu selalu diingat maka gairah anda untuk berjuang meraih kesuksesan akan semakin tinggi. Jangan peduli dengan kesenangan sementara yang dapat mengubah jadwal masa depan yang telah anda atur. Tetap fokus dan serius dengan goals anda.

Prinsip para pemburu kesuksesan sangat keras sehingga  tidak jarang menyebabkan segelintir orang menganggap mereka terlalu serius terhadap segala situasi yang pada akhirnya dilambangkan sebagai orang yang sombong. Persepsi ini muncul karena beberapa peristiwa misalnya orang tersebut hanya tersenyum tipis jika disapa dan berbicara jika diajak bicara, itupun langsung kepada inti permasalahannya sehingga kurang adanya senda gurau, dan akibat beberapa kejadian lainnya. Pemahaman seperti ini tidak perlu dijadikan masalah. Jadikan sebagai pembangun untuk semangat berjuang yang semakin berkobar dalam dada.

Jadilah diri sendiri. Ukir hasil terbaik dengan keringat kerja keras anda sendiri. Buktikan kepada dunia bahwa anda bisa bukan sekedar mampu bahkan menjadi yang terbaik.

NAT



Popular posts from this blog

Home

Jakarta - March, 2026 20.10 Pelita Air IP325 landing di CGK from PKU Seperti biasa blog ini aktif kembali saat sela transit. Dan ya kali ini transit 4 jam, menunggu penerbangan selanjutnya ke AMQ. "... Alah batahun rantau manjadi labuahan hiduik ..." Penggalan lirik dari sound termahal sepanjang tahun sudah mulai ramai di explore IG tandanya memang sudah waktunya. Kali ini pulang atau yang akrab disebut mudik. I dunno . Tapi dalam bahasa Jawa ada istilah Mulih Dilik yang artinya pulang sebentar, cmiiw . Kedengarannya sederhana, tapi rasanya selalu lebih dari itu dan rasanya lebih ‘berisi’. Mungkin karena pulang kali ini datangnya dibungkus dengan Hari Raya Idulfitri.  Yeah 4 tahun terakhir nomaden ke beberapa kota (pendidikan dan pekerjaan) alhasil pertama kali mudik ke rumah setelah 4 tahun lamanya. Di usia 21 ini, mulai menyadari ternyata ‘rumah’ bukan sekadar arti sebuah bangunan tapi lebih dari itu. Isi dari rumah yang menjadi alasan untuk pulang. Suara yang familiar , y...

Me-Resensi: Jenderal Soedirman/Film

"Tentara Nasional Indonesia masih ada, kuat, dan bahkan menguasai wilayah Indonesia. Merdeka!!!" - Jenderal Soedirman  Judul film: Jenderal Soedirman Sutradara: Viva Westi Pemeran:  Adipati Dolken (Soedirman) Ibnu Jamil (Tjokropranolo) Mathias Muchus (Tan Malaka) Baim Wong (Soekarno) Nugie (Mohammad Hatta) Tahun: 2015 Durasi: 126 menit Bahasa: Indonesia Inggris Belanda Jawa Film "Jenderal Soedirman" menceritakan tentang seorang panglima Tentara Nasional Indonesia pertama bersama pasukannya ketika melakukan perang gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.  Berawal dari Belanda yang mengkhianati perjanjian Renville dengan menyerang secara mendadak ke Yogyakarta membuat TNI harus berperang gerilya yang di bawah pimpinan Jenderal Soedirman yang pada saat itu sedang sakit keras dan dalam memimpin perang gerilya dia dibawa dengan tandu. Selain itu, Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan beberapa pejabat negara lainnya diasingkan ke Bangka. sehingg...

Eid Al-Adha 2022

Bagian ini ditulis saat sedang  confused dengan hari lebaran yang implikasinya jatuh pada ketupat yang telah naik kompor lebih dulu. Yups. Karena antara ya atau tidak lebaran jatuh pada tanggal 9 akhirnya tetaplah eksekusi ketupat dan kawan-kawannya itu di tanggal 9. Mungkin postingan ini di publish setelah menikmati seporsi opor ayam.  Hehe .  Tanggal hari raya antara Indonesia dan Arab Saudi tahun ini memang beda tetapi bukan juga hal baru, mengingat tahun-tahun sebelumnya juga pernah terjadi perbedaan waktu lebaran antara kedua wilayah ini.  But, di Indonesia pun ada juga yang udah lebaran tanggal 9.  Even though The most important thing is the Islamic values of Eid Al-Adha that we feel. I don't know why  lebaran Idul Adha dari tahun ke tahun selalu memberikan pelajaran baru yang related to each other yang efeknya kerasa along the time . Ketaatan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail. Awal mula Hari Tarwiyah, Hari Arafah, maupun pelemparan Jumrah dala...