Skip to main content

Walk on Your Path

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tidak terasa tahun 2020 akan segera tiba. Tentunya banyak tantangan, kesempatan, dan pertarungan baru yang akan kamu hadapi. Namun sebelum itu, pencapaian apa yang telah kamu taklukan di tahun ini? Jawablah dari dalam diri kamu.

Jika kamu pikir bahwa pencapaian yang telah kamu capai itu merupakan sebuah keunggulan yang sangat besar maka,

STOP!

Jangan lanjutkan khayalan itu. Masalahnya adalah kamu menganggap sesuatu yang kecil, berharga di mata dunia. Kenyataannya, itu hanyalah 0,01% dari tindakanmu. Jika kamu masih tetap dengan persepsi bahwa kamu telah meraih segalanya maka itu hanya membuang waktu. Pikirkanlah apa yang harus kamu lakukan untuk mengembangkan 0,01% menjadi 99,9%. Kapan kamu harus bertindak dan darimana kamu akan memulainya.

Bermanfaatlah untuk semua orang dan jangan pikirkan tentang orang lain.

Maksudnya, lakukanlah sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak tapi dalam prosesnya jangan pikirkan perkataan orang lain yang mencoba untuk menentangmu. Ini perjuanganmu dan hanya untukmu. Lakukanlah apa yang menurutmu benar selama itu tidak merugikan orang lain. Jika ada yang meragukan kemampuanmu, anggaplah itu sebagai semangat untukmu berjuang. Tapi, jangan jadikan itu sebagai alasan dari perjuanganmu. Mulailah sesuatu dengan tujuan yang baik sehingga hasilnya pun akan bermanfaat.

Dalam perjuanganmu, pasti akan ada teman dan lawan. Jangan pernah percaya pada keduanya. Karena kamu tidak pernah tahu, kapan teman menjadi lawan dan lawan menjadi teman. Bersikaplah kepada mereka sebagaimana seharusnya. Jangan meremehkan kemampuan temanmu karena bisa saja dia hanya menyembunyikan kemampuannya agar kamu tidak memasukkannya ke deretan nama lawanmu. Dia menunggu saat yang tepat untuk bisa menyerangmu. Teman seperti itulah yang disebut lawan sebenarnya.

Jadikanlah tujuan utamamu sebagai prioritas di dalam hidupmu. Jangan lakukan sesuatu yang tidak berguna untuk kemajuan langkahmu. Dunia sedang menunggumu untuk bergerak dan manfaat dari perjuanganmu.

Lakukanlah awal yang baru dengan semangat yang memuncak, tantangan yang menarik, dan perjuangan yang ditunggu-tunggu.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

NAT


Popular posts from this blog

Home

Jakarta - March, 2026 20.10 Pelita Air IP325 landing di CGK from PKU Seperti biasa blog ini aktif kembali saat sela transit. Dan ya kali ini transit 4 jam, menunggu penerbangan selanjutnya ke AMQ. "... Alah batahun rantau manjadi labuahan hiduik ..." Penggalan lirik dari sound termahal sepanjang tahun sudah mulai ramai di explore IG tandanya memang sudah waktunya. Kali ini pulang atau yang akrab disebut mudik. I dunno . Tapi dalam bahasa Jawa ada istilah Mulih Dilik yang artinya pulang sebentar, cmiiw . Kedengarannya sederhana, tapi rasanya selalu lebih dari itu dan rasanya lebih ‘berisi’. Mungkin karena pulang kali ini datangnya dibungkus dengan Hari Raya Idulfitri.  Yeah 4 tahun terakhir nomaden ke beberapa kota (pendidikan dan pekerjaan) alhasil pertama kali mudik ke rumah setelah 4 tahun lamanya. Di usia 21 ini, mulai menyadari ternyata ‘rumah’ bukan sekadar arti sebuah bangunan tapi lebih dari itu. Isi dari rumah yang menjadi alasan untuk pulang. Suara yang familiar , y...

Me-Resensi: Jenderal Soedirman/Film

"Tentara Nasional Indonesia masih ada, kuat, dan bahkan menguasai wilayah Indonesia. Merdeka!!!" - Jenderal Soedirman  Judul film: Jenderal Soedirman Sutradara: Viva Westi Pemeran:  Adipati Dolken (Soedirman) Ibnu Jamil (Tjokropranolo) Mathias Muchus (Tan Malaka) Baim Wong (Soekarno) Nugie (Mohammad Hatta) Tahun: 2015 Durasi: 126 menit Bahasa: Indonesia Inggris Belanda Jawa Film "Jenderal Soedirman" menceritakan tentang seorang panglima Tentara Nasional Indonesia pertama bersama pasukannya ketika melakukan perang gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.  Berawal dari Belanda yang mengkhianati perjanjian Renville dengan menyerang secara mendadak ke Yogyakarta membuat TNI harus berperang gerilya yang di bawah pimpinan Jenderal Soedirman yang pada saat itu sedang sakit keras dan dalam memimpin perang gerilya dia dibawa dengan tandu. Selain itu, Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan beberapa pejabat negara lainnya diasingkan ke Bangka. sehingg...

Eid Al-Adha 2022

Bagian ini ditulis saat sedang  confused dengan hari lebaran yang implikasinya jatuh pada ketupat yang telah naik kompor lebih dulu. Yups. Karena antara ya atau tidak lebaran jatuh pada tanggal 9 akhirnya tetaplah eksekusi ketupat dan kawan-kawannya itu di tanggal 9. Mungkin postingan ini di publish setelah menikmati seporsi opor ayam.  Hehe .  Tanggal hari raya antara Indonesia dan Arab Saudi tahun ini memang beda tetapi bukan juga hal baru, mengingat tahun-tahun sebelumnya juga pernah terjadi perbedaan waktu lebaran antara kedua wilayah ini.  But, di Indonesia pun ada juga yang udah lebaran tanggal 9.  Even though The most important thing is the Islamic values of Eid Al-Adha that we feel. I don't know why  lebaran Idul Adha dari tahun ke tahun selalu memberikan pelajaran baru yang related to each other yang efeknya kerasa along the time . Ketaatan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail. Awal mula Hari Tarwiyah, Hari Arafah, maupun pelemparan Jumrah dala...